bulan juni yang penuh sesak dengan latihan end of year performance sekolahku telah lewat. event outdoor GF di urbanfest pun telah berlalu. juni menyalakan cahaya yang sangat terang dalam hatiku. keajaiban juni menyadarkanku bahwa Dia masih menyayangiku, Dia yang sering memberikan puzzle kehidupan untuk aku susun dan memecahkan teka-teki dibaliknya. betapa aku mensyukuri hidupku yang setiap kejadianya mempunyai arti Dia memperhatikanku. terima kasih Tuhan.. untuk semua keindahan hidup yang diberikan, dalam semua bentuk.
tersebutlah seorang bapak yang menguasai hampir seluruh pembangunan di kota ini, yang dengan keringatnya sendiri telah mencapai kejayaan yang luar biasa hingga dikenal di negara tetangga. seorang bapak yang tidak mungkin mengingat janji remehnya kepada anak yatim yang 11 tahun lalu baru ditinggal mati ayahnya..
malam itu jenazah ayahku belum juga tiba dari kantor tempat dimana beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir. waktu menunjukkan sekitar jam 8 malam dan seorang wanita datang menghampiriku.Bapak Ciputra mau memberi penghormatan terakhir untuk ayahku. Kujelaskan padanya hingga saat ini aku pun masih menunggu jenazahnya. dia pergi dan menunggu bersama bapak itu di halaman rumahku yang gelap dan banyak nyamuk. sekitar jam 11an datanglah jenazah ayahku dengan ambulan. setelah doa bersama dan beberapa tamu yang memberi salam duka, ibuku memanggilku dan mengenalkanku pada bapak ini. dia menjabat tanganku menyampaikan salam dukanya, memandangku dengan tajam dan berkata tentang kebesaran ayahku, jasa dan sumbangsihnya bagi negara. berpesan agar aku selalu mengingat apa yang telah dibuat ayahku. saat aku masih terpaku mendengarkannya, beliau berpesan jika aku membutuhkan sesuatu, apapun itu bentuknya untuk segera menghubunginya. hanya itu yang kuingat.. Seorang seperti Ciputra memberikan janji ini.
11 tahun kemudian aku membuktikan seperti apa seorang Ciputra itu. Seorang bapak yang memegang teguh janjinya bahkan hanya untuk seorang anak yatim sepertiku. Hanya membutuhkan waktu sehari untuk memproses permintaanku, mbak Hilda, sekretarisnya telah membereskan semuanya. Sesuatu yang jauh melampaui apa yang kuminta.
Pak Ci, kuucapkan terima kasih yang tak terhingga karena Bapak masih mau mengingat janji yang Bapak berikan padaku 11 tahun yang lalu. Terima kasih atas segala kemudahan yang Bapak berikan. Seorang seperti Bapak yang dalam kepalaku sendiri adalah tidak mungkin terjadi.
setiap event mempunyai rejekinya masing-masing ^_^
Wednesday, July 02, 2008
Sunday, June 15, 2008
sang nabi
Anak Anda bukanlah anak Anda,
Mereka adalah anak-anak kehidupan
yang merindukan diri sendiri
Meskipun mereka datang melalui Anda
namun bukan dari Anda,
Dan meskipun mereka bersama Anda,
mereka bukan milik Anda.
Anda mungkin memberikan mereka cinta,
Namun tidak pikiran Anda
Karena mereka memiliki pikirannya sendiri.
Tubuh mereka mungkin ada di rumah Anda,
Namun tidak jiwa mereka.
Karena jiwa mereka tinggal dalam rumah masa depan,
Yang tidak dapat Anda kunjungi,
Bahkan tidak dalam mimpi Anda.
Anda boleh berusaha menjadi seperti mereka,
Namun jangan berusaha membuat mereka seperti Anda.
Anda adalah busur darimana anak-anak Anda ditembakkan sebagai anak panah yang hidup.
Relakan diri Anda melengkung ditangan pemanah demi kegembiraan.
- Kahlil Gibran -
Mereka adalah anak-anak kehidupan
yang merindukan diri sendiri
Meskipun mereka datang melalui Anda
namun bukan dari Anda,
Dan meskipun mereka bersama Anda,
mereka bukan milik Anda.
Anda mungkin memberikan mereka cinta,
Namun tidak pikiran Anda
Karena mereka memiliki pikirannya sendiri.
Tubuh mereka mungkin ada di rumah Anda,
Namun tidak jiwa mereka.
Karena jiwa mereka tinggal dalam rumah masa depan,
Yang tidak dapat Anda kunjungi,
Bahkan tidak dalam mimpi Anda.
Anda boleh berusaha menjadi seperti mereka,
Namun jangan berusaha membuat mereka seperti Anda.
Anda adalah busur darimana anak-anak Anda ditembakkan sebagai anak panah yang hidup.
Relakan diri Anda melengkung ditangan pemanah demi kegembiraan.
- Kahlil Gibran -
sharing tentang autis - selesai
TERAPI MUSIK UNTUK AUTIS
Banyaknya tulisan tentang efek musik terhadap penyandang autis membuat penelitian dalam bidang ini semakin diperdalam karena selain efek yang dihasilkan sangat besar dan signifikan, musik merupakan terapi yang tidak membahayakan karena memberikan stimuli kepada penderita tanpa melakukan kontak fisik. Beberapa ahli telah membuktikan bahwa teknik terapi melalui musik dapat memfasilitasi dan mensupport keinginan untuk berkomunikasi dengan orang lain (Thaut, 1984), meruntuhkan tembok isolasi yang mengelilingi dan mengajak penderita untuk berinteraksi terhadap pengalaman-pengalaman aktivitas eksternal. (Baker, 1982), mengurangi respon echolalic yang menghambat penggunaan bahasa (Bruscia, 1982), mengajarkan keahlian bersosial (Reid, Hill, Rawers and Montegral, 1975), dan memfasilitasi berkembangnya pengertian bahasa (Litchman, 1976)
Jenis penderita autis sangatlah beragam sehingga sukar untuk menentukan terapi yang spesifik untuk autis secara umum. Setiap kasus sangat unik dan membutuhkan penanganan khusus yang berbeda satu dengan lainnya. Saat seorang individu menghasilkan respon positif terhadap teknik tertentu, kemungkinan teknik tersebut akan melukai individu lain dengan mudahnya.
Penderita autis, khususnya pada tahap awal pembentukan hubungan seringkali mendapat penolakan dan mengabaikan kontak social dengan orang lain. Musik terapi dapat memberikan hubungan relasi dengan obyek tertentu (dalam hal ini musik dan instrumen) yang sedikit demi sedikit akan membuka tembok isolasi tersebut dan mengajaknya berinteraksi secara perlahan. Bentuk, bunyi dan perasaan saat bermain instrument musik seringkali membuat penderita terpukau dan menarik perhatiannya. Dari sinilah terapis dapat memasuki alam pikiran penderita dan mengajaknya berinteraksi social.
Jenis penderita autis sangatlah beragam sehingga sukar untuk menentukan terapi yang spesifik untuk autis secara umum. Setiap kasus sangat unik dan membutuhkan penanganan khusus yang berbeda satu dengan lainnya. Saat seorang individu menghasilkan respon positif terhadap teknik tertentu, kemungkinan teknik tersebut akan melukai individu lain dengan mudahnya.
Penderita autis, khususnya pada tahap awal pembentukan hubungan seringkali mendapat penolakan dan mengabaikan kontak social dengan orang lain. Musik terapi dapat memberikan hubungan relasi dengan obyek tertentu (dalam hal ini musik dan instrumen) yang sedikit demi sedikit akan membuka tembok isolasi tersebut dan mengajaknya berinteraksi secara perlahan. Bentuk, bunyi dan perasaan saat bermain instrument musik seringkali membuat penderita terpukau dan menarik perhatiannya. Dari sinilah terapis dapat memasuki alam pikiran penderita dan mengajaknya berinteraksi social.
Wednesday, June 11, 2008
sharing tentang autis 3
musik sebagai terapi
Sejak awal sejarah manusia, musik telah memainkan peranan penting dalam penyembuhan manusia. Musik dan penyembuhan adalah aktifitas komunal yang alamiah bagi setiap orang. Kepercayaan yunani kuno menyatakan bahwa musik adalah seni yang dikaruniai kekuatan untuk menembus ke kedalaman jiwa. Kepercayaan ini bertahan melalui doktrin etos mereka. Dalam aliran gaib Arab dan Yunani, penyembuhan dengan suara dianggap sebagai pengetahuan sakral tingkat tinggi.
Terapi musik adalah penggunaan musik sebagai metode penyembuhan untuk memperbaiki, memelihara, mengembangkan mental, fisik dan kesehatan emosi. Kemampuan non-verbal, kreativitas dan rasa alamiah dari musik menjadi fasilitator untuk hubungan, ekspresi diri, komunikasi dan pertumbuhan.
Asal mula terapi musik di Amerika dimulai pada akhir abad 18 walaupun jauh sebelumnya, musik telah menjadi media penyembuhan. Terapi musik mulai berkembang selama Perang Dunia ke I ketika musik digunakan sebagai media penyembuh trauma yang diderita para veteran perang. Riset membuktikan bagaimana pengaruh musik bekerja secara psikologis, fisiologis dan kognitif terhadap kondisi emosional para veteran perang.. Sejak saat itu pemerintah memperdalam riset dan mulai mengembangkan pendayagunaan musik sebagai terapi.
Pada tahun 1950 sebuah organisasi professional didirikan melalui kolaborasi para terapis musik yang bekerja secara khusus menangani pasien yang terdiri dari para veteran perang, penderita gangguan mental, gangguan pendengarandan sebagian populasi pasien psikiatri yang berkembang pesat menjadi NAMT [ National Association for Music Therapy] Dalam perkembangannya, NAMT bersatu dengan organisasi musik terapi lain dan berganti format menjadi AMTA [ American Music Therapy Association] hingga saat ini.
Penggunaan terapi musik ditentukan oleh intervensi musical dengan maksud memulihkan, menjaga, memperbaiki emosi, fisik, fisiologis, dan kesehatan serta kesejahteraan spiritual. Dalam definisi ini terdapat beberapa elemen-elemen pokok yang ditetapkan sebagai intervensi musik, yaitu;
Terapi musik digunakan oleh terapis dalam sebuah tim perawatan medis yang anggotanya termasuk dokter, pekerja social, psikolog, guru atau orang tua.
Musik merupakan alat yang digunakan untuk terapi sebagai pengembang fungsi fisik, menumbuhkan hubungan saling percaya dan mental klien melalui aktivitas yang teratur sesuai dengan program yang telah ditetapkan. Contoh intervensi disini antara lain; bernyanyi, mendengarkan musik, memainkan alat musik, membuat komposisi, melakukan music and movement dan menggunakan imajinasi.
Musik yang diberikan menggunakan materi yang akan diatur melalui latihan-latihan sesuai arahan terapis. Intervensi musical yang dikembangkan dan digunakan terapis berdasarkan pengetahuannya tentang pengaruh musik terhadap perilaku klien baik kelemahan maupun kelebihannya sebagai sasaran terapi.
Terapi yang dilakukan, disesuaikan secara fleksibel dengan memperhatikan tingkat usia. Sasaran yang hendak dicapai termasuk komunikasi, intelektual, motor, emosi dan ketrampilan social. Perhatian lebih banyak diberikan pada pengaruh perkembangan musikalitas terhadap fisik, fisiologi serta fungsi sosio-ekonomi klien.
Terapi musik merupakan sebuah aplikasi unik dari musik untuk meningkatkan kehidupan personal dengan menciptakan perubahan-perubahan positif dalam perilakunya (Staum, 1997). Seringkali terapi ini digunakan sebagai jalan terakhir dari penderitaan yang tak dapat direspon oleh psikolog, pengobatan dengan latihan tertentu atau terapi medis sejenis. Karena musik merupakan esensi dari komunikasi nonverbal, maka musik merupakan alat yang tepat untuk membuka tembok penghalang pada penderita autis untuk dapat berinteraksi dengan dunia luar.
Sejak awal sejarah manusia, musik telah memainkan peranan penting dalam penyembuhan manusia. Musik dan penyembuhan adalah aktifitas komunal yang alamiah bagi setiap orang. Kepercayaan yunani kuno menyatakan bahwa musik adalah seni yang dikaruniai kekuatan untuk menembus ke kedalaman jiwa. Kepercayaan ini bertahan melalui doktrin etos mereka. Dalam aliran gaib Arab dan Yunani, penyembuhan dengan suara dianggap sebagai pengetahuan sakral tingkat tinggi.
Terapi musik adalah penggunaan musik sebagai metode penyembuhan untuk memperbaiki, memelihara, mengembangkan mental, fisik dan kesehatan emosi. Kemampuan non-verbal, kreativitas dan rasa alamiah dari musik menjadi fasilitator untuk hubungan, ekspresi diri, komunikasi dan pertumbuhan.
Asal mula terapi musik di Amerika dimulai pada akhir abad 18 walaupun jauh sebelumnya, musik telah menjadi media penyembuhan. Terapi musik mulai berkembang selama Perang Dunia ke I ketika musik digunakan sebagai media penyembuh trauma yang diderita para veteran perang. Riset membuktikan bagaimana pengaruh musik bekerja secara psikologis, fisiologis dan kognitif terhadap kondisi emosional para veteran perang.. Sejak saat itu pemerintah memperdalam riset dan mulai mengembangkan pendayagunaan musik sebagai terapi.
Pada tahun 1950 sebuah organisasi professional didirikan melalui kolaborasi para terapis musik yang bekerja secara khusus menangani pasien yang terdiri dari para veteran perang, penderita gangguan mental, gangguan pendengarandan sebagian populasi pasien psikiatri yang berkembang pesat menjadi NAMT [ National Association for Music Therapy] Dalam perkembangannya, NAMT bersatu dengan organisasi musik terapi lain dan berganti format menjadi AMTA [ American Music Therapy Association] hingga saat ini.
Penggunaan terapi musik ditentukan oleh intervensi musical dengan maksud memulihkan, menjaga, memperbaiki emosi, fisik, fisiologis, dan kesehatan serta kesejahteraan spiritual. Dalam definisi ini terdapat beberapa elemen-elemen pokok yang ditetapkan sebagai intervensi musik, yaitu;
Terapi musik digunakan oleh terapis dalam sebuah tim perawatan medis yang anggotanya termasuk dokter, pekerja social, psikolog, guru atau orang tua.
Musik merupakan alat yang digunakan untuk terapi sebagai pengembang fungsi fisik, menumbuhkan hubungan saling percaya dan mental klien melalui aktivitas yang teratur sesuai dengan program yang telah ditetapkan. Contoh intervensi disini antara lain; bernyanyi, mendengarkan musik, memainkan alat musik, membuat komposisi, melakukan music and movement dan menggunakan imajinasi.
Musik yang diberikan menggunakan materi yang akan diatur melalui latihan-latihan sesuai arahan terapis. Intervensi musical yang dikembangkan dan digunakan terapis berdasarkan pengetahuannya tentang pengaruh musik terhadap perilaku klien baik kelemahan maupun kelebihannya sebagai sasaran terapi.
Terapi yang dilakukan, disesuaikan secara fleksibel dengan memperhatikan tingkat usia. Sasaran yang hendak dicapai termasuk komunikasi, intelektual, motor, emosi dan ketrampilan social. Perhatian lebih banyak diberikan pada pengaruh perkembangan musikalitas terhadap fisik, fisiologi serta fungsi sosio-ekonomi klien.
Terapi musik merupakan sebuah aplikasi unik dari musik untuk meningkatkan kehidupan personal dengan menciptakan perubahan-perubahan positif dalam perilakunya (Staum, 1997). Seringkali terapi ini digunakan sebagai jalan terakhir dari penderitaan yang tak dapat direspon oleh psikolog, pengobatan dengan latihan tertentu atau terapi medis sejenis. Karena musik merupakan esensi dari komunikasi nonverbal, maka musik merupakan alat yang tepat untuk membuka tembok penghalang pada penderita autis untuk dapat berinteraksi dengan dunia luar.
Tuesday, June 10, 2008
sharing tentang autisme 2
intervensi behavioral
Menembus dinding isolasi dan berinteraksi dengan penderita secara external maupun internal adalah usaha yang dilakukan selama ini oleh beberapa dokter dan psikolog. Esensi yang menggaris-bawahi penelitian ini adalah behavior atau perilaku penderita yang dapat kita teliti melalui pandangan teori behavioral.
Behavioral Intervention
Intervensi perilaku atau Behavioral Interventions merupakan cara yang cukup efektif dalam penanganan kasus autis. Hasil pengembangan dari teori pembelajaran, teknik ini sangat mempengaruhi program-program penanganan autisme. Saat ini ada beberapa perbedaan system perilaku untuk bekerja sama dengan mereka; operant learning, cognitive dan social learning
Pada teori pembelajaran sendiri dapat kita ambil dari teori operant conditioning [pengkondisian instrumental] dari B.F Skinner yaitu pembelajaran dimana konsekuensi-konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan diulangi. Konsekuensi imbalan atau hukuman bersifat sementara (kontingen) pada perilaku organisme. Prinsip dari konsekuensi reward or punishment (imbalan atau hukuman) terfokus pada pendekatan operan yang bertujuan untuk membangun dan meningkatkan perilaku positif dan sekaligus menghapus atau mengurangi perilaku yang kurang baik. Pendekatan operant conditioning ini juga efektif dalam mengembangkan perilaku komunikatif dan hubungan social.
Menembus dinding isolasi dan berinteraksi dengan penderita secara external maupun internal adalah usaha yang dilakukan selama ini oleh beberapa dokter dan psikolog. Esensi yang menggaris-bawahi penelitian ini adalah behavior atau perilaku penderita yang dapat kita teliti melalui pandangan teori behavioral.
Behavioral Intervention
Intervensi perilaku atau Behavioral Interventions merupakan cara yang cukup efektif dalam penanganan kasus autis. Hasil pengembangan dari teori pembelajaran, teknik ini sangat mempengaruhi program-program penanganan autisme. Saat ini ada beberapa perbedaan system perilaku untuk bekerja sama dengan mereka; operant learning, cognitive dan social learning
Pada teori pembelajaran sendiri dapat kita ambil dari teori operant conditioning [pengkondisian instrumental] dari B.F Skinner yaitu pembelajaran dimana konsekuensi-konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan diulangi. Konsekuensi imbalan atau hukuman bersifat sementara (kontingen) pada perilaku organisme. Prinsip dari konsekuensi reward or punishment (imbalan atau hukuman) terfokus pada pendekatan operan yang bertujuan untuk membangun dan meningkatkan perilaku positif dan sekaligus menghapus atau mengurangi perilaku yang kurang baik. Pendekatan operant conditioning ini juga efektif dalam mengembangkan perilaku komunikatif dan hubungan social.
Thursday, June 05, 2008
sharing tentang autisme 1
berminggu-minggu ngerjain paper kuliah jadi ga bisa cari bahan buat blogku ..
ini ada sepotong artikel dari salah satu paper favoritku tentang seputar autisme. kubikin sequel biar ga kepenuhan dan males bacanya. Enjoy! ^_^
PENDEKATAN KOMUNIKASI NONVERBAL TERHADAP PENDERITA AUTIS SEBAGAI TERAPI PILIHAN. - oleh niken wulandari
Apakah yang dimaksud dengan autis?
Autism is a pervasive developmental disorder which is characterized by impairments in communication and social interaction, and restricted, repetitive and stereotypic patterns of behavior, interests, and activities (American Psychiatric Association, 1994)
Leo Kanner adalah orang pertama yang mendeskripsikan autisme pada tahun 1943 sebagai suatu penyakit gangguan emosional serius yang disebabkan oleh penyimpangan pertumbuhan fisik dan mental.
Autis yang berasal dari kata yunani autos atau sendiri yang diartikan memiliki keanehan dalam berinteraksi dengan dunia diluar dirinya. Autisme adalah perkembangan system syaraf yang menyimpang dan mengganggu fungsi pertumbuhan anak. Autisme merupakan kelainan yang tidak dapat disembuhkan dan akan dibawa selamanya hingga akhir hayat si penderita. Dalam istilah kedokterannya, autis adalah kelainan susunan system saraf kompleks yang mengganggu fungsi otak. Kasus ini dapat digolongkan sebagai spectrum disorder karena gejala yang muncul menyebar dan sangat bervariasi dengan tingkatan dari ringan hingga akut.
Populasi penderita autis diperkirakan sekitar 1 atau 2:1000 anak dan kebanyakan diderita oleh anak laki-laki (1:4). Nilai tersebut terus makin meningkat saat ini.
Penyebab sindroma ini belum diketahui secara pasti tetapi kebanyakan riset membuktikan bahwa autisme adalah hasil dari kelainan genetic (Bristol et al, 1996) dan merupakan penyakit turunan dalam keluarga penderita sindroma ini (Szatmari, Jones, Zwaigendbaum and MacLean, 1998). Beberapa bukti juga menunjukkan bahwa efek gangguan kehamilan dan factor lingkungan berperan penting sebagai penyebabnya.
Riset menyebutkan bahwa ukuran otak penderita autis melebihi ukuran dan berat otak anak normal. Tidak hanya bentuk fisik dari otak itu yang tidak normal, bahkan system syaraf, sel-sel otak dan koneksi antar neuronnya pun turut terganggu juga.
Penderita autis biasanya terkenal penyendiri dan sukar didekati secara verbal karena sulit untuk diajak berkomunikasi, selalu melakukan gerakan yang sama secara berulang-ulang seperti menggoyang-goyangkan tubuh sambil melamun dan mengalami kesulitan dalam memahami dunia disekitarnya. Mereka seakan membentuk suatu dinding yang mengisolasi mereka dari dunia luar untuk berinteraksi dan berkomunikasi.
Menarik diri dari interaksi social dan terisolir menjadi ciri identitas utama penderita autis yang telah disorot selama bertahun-tahun. Karakteristik disfungsi sosio-emosional ini dapat berupa kurangnya kontak mata, respon fisik, interaksi dengan sesama, tidak adanya simpati, sering bertindak obsesif terhadap suatu benda. Hal ini dapat berubah seiring dengan tingkat intensitas kedewasaan individu.
ini ada sepotong artikel dari salah satu paper favoritku tentang seputar autisme. kubikin sequel biar ga kepenuhan dan males bacanya. Enjoy! ^_^
PENDEKATAN KOMUNIKASI NONVERBAL TERHADAP PENDERITA AUTIS SEBAGAI TERAPI PILIHAN. - oleh niken wulandari
Apakah yang dimaksud dengan autis?
Autism is a pervasive developmental disorder which is characterized by impairments in communication and social interaction, and restricted, repetitive and stereotypic patterns of behavior, interests, and activities (American Psychiatric Association, 1994)
Leo Kanner adalah orang pertama yang mendeskripsikan autisme pada tahun 1943 sebagai suatu penyakit gangguan emosional serius yang disebabkan oleh penyimpangan pertumbuhan fisik dan mental.
Autis yang berasal dari kata yunani autos atau sendiri yang diartikan memiliki keanehan dalam berinteraksi dengan dunia diluar dirinya. Autisme adalah perkembangan system syaraf yang menyimpang dan mengganggu fungsi pertumbuhan anak. Autisme merupakan kelainan yang tidak dapat disembuhkan dan akan dibawa selamanya hingga akhir hayat si penderita. Dalam istilah kedokterannya, autis adalah kelainan susunan system saraf kompleks yang mengganggu fungsi otak. Kasus ini dapat digolongkan sebagai spectrum disorder karena gejala yang muncul menyebar dan sangat bervariasi dengan tingkatan dari ringan hingga akut.
Populasi penderita autis diperkirakan sekitar 1 atau 2:1000 anak dan kebanyakan diderita oleh anak laki-laki (1:4). Nilai tersebut terus makin meningkat saat ini.
Penyebab sindroma ini belum diketahui secara pasti tetapi kebanyakan riset membuktikan bahwa autisme adalah hasil dari kelainan genetic (Bristol et al, 1996) dan merupakan penyakit turunan dalam keluarga penderita sindroma ini (Szatmari, Jones, Zwaigendbaum and MacLean, 1998). Beberapa bukti juga menunjukkan bahwa efek gangguan kehamilan dan factor lingkungan berperan penting sebagai penyebabnya.
Riset menyebutkan bahwa ukuran otak penderita autis melebihi ukuran dan berat otak anak normal. Tidak hanya bentuk fisik dari otak itu yang tidak normal, bahkan system syaraf, sel-sel otak dan koneksi antar neuronnya pun turut terganggu juga.
Penderita autis biasanya terkenal penyendiri dan sukar didekati secara verbal karena sulit untuk diajak berkomunikasi, selalu melakukan gerakan yang sama secara berulang-ulang seperti menggoyang-goyangkan tubuh sambil melamun dan mengalami kesulitan dalam memahami dunia disekitarnya. Mereka seakan membentuk suatu dinding yang mengisolasi mereka dari dunia luar untuk berinteraksi dan berkomunikasi.
Menarik diri dari interaksi social dan terisolir menjadi ciri identitas utama penderita autis yang telah disorot selama bertahun-tahun. Karakteristik disfungsi sosio-emosional ini dapat berupa kurangnya kontak mata, respon fisik, interaksi dengan sesama, tidak adanya simpati, sering bertindak obsesif terhadap suatu benda. Hal ini dapat berubah seiring dengan tingkat intensitas kedewasaan individu.
Wednesday, June 04, 2008
where have you been?
oh god! baru baca hasilnyaa..!! yak ampyuun.. kemana aja kamu, nik?
taken from bcnow60.org :
Please give your comments…May 14, 2008
Rekan-rekan yang baik,
Hingga hari terakhir pendaftaran kompetisi blog periode pertama (30 April 2008) kami menerima 55 blogger yang mendaftar, namun sayang dari ke-55 blogger tersebut hanya 19 blogger yang benar-benar membuat entri tentang ICD.
Data ke-19 blogger tersebut kami dapat dari balasan email yang menyertakan link ke masing-masing postingan (entri), mohon lihat kembali entri kami terdahulu mengenai hal ini. Jadi memang hanya mereka yang membalas email kami dengan link tersebut-lah yang kami pertimbangkan untuk dinilai.
Berikut adalah nama ke-19 orang tersebut:
Abu Mufakhir
Adi Wirasta
Agus M. Ustad
Agus Ramada
Ahmad Fauzi Ridwan
Andriyansyah Suherman
Deisy Wong
Friska Simanjuntak
Ika D
Itang Sanjana
Kristanta Riyadi
Maria Margaretta V. Nisiho
Niken Wulandari
Oscar Prajnaphalla
Pertampilan S. Brahmana Kawar
Roesmijati Suprapto
Samuel Jeffry Siregar
Sinta Ridwan
Tuhu Nugraha Dewanto
Melalui informasi ini, kami medorong semua rekan untuk memberi komentar yang membangun terhadap postingan atau blog-blog di atas, kemudian kirimkan komentar tersebut ke email kami bcnow60@britishcouncil.or.id disertai link ke blog yang bersangkutan.
Ada sebuah hadiah menarik berupa USB flash modem untuk satu pemberi komentar terbaik tiap periodenya; dan ‘kontes komentar’ ini kami buka sejak 14 hingga 23 Mei 2008.
Ayo segera berikan komentar-komentar terbaik kalian!!
-the bcnow60 team-News 3 Comments
ikut kompetisi blog di british council, tapi belum punya temen blogger yang bersedia kasi komen.. ya begini nasibnya... cuma nyangkut di 19 peserta... hehehhehe..
mungkin lain kali selain ikut, aku juga harus kasih tau temen-temenku suruh kasi komen.. [wooi pada kemana sih lo? :p] ayo nik, semangat!!
selamat untuk pemenangnya:
1. Ahmad Fauzi Ridwan
2. Ika D
3. Oscar Prajnaphalla
^_^ mungkin kamu bisa belajar sesuatu dari link blog-blog juara ini..
sedihnya belum bisa menang..
support aku di kompetisi mendatang ya.. ^_^
thanks doug, for your support..
taken from bcnow60.org :
Please give your comments…May 14, 2008
Rekan-rekan yang baik,
Hingga hari terakhir pendaftaran kompetisi blog periode pertama (30 April 2008) kami menerima 55 blogger yang mendaftar, namun sayang dari ke-55 blogger tersebut hanya 19 blogger yang benar-benar membuat entri tentang ICD.
Data ke-19 blogger tersebut kami dapat dari balasan email yang menyertakan link ke masing-masing postingan (entri), mohon lihat kembali entri kami terdahulu mengenai hal ini. Jadi memang hanya mereka yang membalas email kami dengan link tersebut-lah yang kami pertimbangkan untuk dinilai.
Berikut adalah nama ke-19 orang tersebut:
Abu Mufakhir
Adi Wirasta
Agus M. Ustad
Agus Ramada
Ahmad Fauzi Ridwan
Andriyansyah Suherman
Deisy Wong
Friska Simanjuntak
Ika D
Itang Sanjana
Kristanta Riyadi
Maria Margaretta V. Nisiho
Niken Wulandari
Oscar Prajnaphalla
Pertampilan S. Brahmana Kawar
Roesmijati Suprapto
Samuel Jeffry Siregar
Sinta Ridwan
Tuhu Nugraha Dewanto
Melalui informasi ini, kami medorong semua rekan untuk memberi komentar yang membangun terhadap postingan atau blog-blog di atas, kemudian kirimkan komentar tersebut ke email kami bcnow60@britishcouncil.or.id disertai link ke blog yang bersangkutan.
Ada sebuah hadiah menarik berupa USB flash modem untuk satu pemberi komentar terbaik tiap periodenya; dan ‘kontes komentar’ ini kami buka sejak 14 hingga 23 Mei 2008.
Ayo segera berikan komentar-komentar terbaik kalian!!
-the bcnow60 team-News 3 Comments
ikut kompetisi blog di british council, tapi belum punya temen blogger yang bersedia kasi komen.. ya begini nasibnya... cuma nyangkut di 19 peserta... hehehhehe..
mungkin lain kali selain ikut, aku juga harus kasih tau temen-temenku suruh kasi komen.. [wooi pada kemana sih lo? :p] ayo nik, semangat!!
selamat untuk pemenangnya:
1. Ahmad Fauzi Ridwan
2. Ika D
3. Oscar Prajnaphalla
^_^ mungkin kamu bisa belajar sesuatu dari link blog-blog juara ini..
sedihnya belum bisa menang..
support aku di kompetisi mendatang ya.. ^_^
thanks doug, for your support..
Subscribe to:
Posts (Atom)


